Saturday, 10 December 2011

Jangan Biarkan Mimpi Menunggu Terlalu Lama

Wuiiih...sudah 2 minggu nih kita berpisah :) Salam salju dari Norwegia! Sementara di luar hujan salju, kita ngomongin tentang finansial aja yuuk...daripada mellow gara-gara di luar dingin, ayo semangat! Saya sambil buka twitter nih dan baca beberapa rangkaian kata dari orang-orang yang sering memberi saya inspirasi.

Dari akun Safir Senduk, seorang perencana keuangan yang sudah banyak menghasilkan buku-buku di bidang perencanaan keuangan:
"Jangan sedih kalau Anda merasa belum punya apa2 di usia Anda saat ini. Selalu akan ada waktu untuk bisa memilikinya." - uuuh...sedikit terhibur dengan kata-kata ini, walaupun ya jangan terbuai juga. Jangan juga berarti santai, ya nggak? Kalau investasi kita masih jauh dari target, ayo kejar terus!

Satu lagi nih:
"5 Hal Penting dlm Keuangan: (1) Penghasilan (2) Pengeluaran (3) Dana Cadangan (4) Harta Konsumtif (5) Harta Produktif." - Semua poin mungkin sudah mulai terpenuhi, namun jumlah masing-masing poin mungkin belum memenuhi impian kita? Pe-er banget, terutama buat saya dan adik saya. Kita sama-sama belajar ya. Saya lagi getol-getolnya mencapai dana cadangan. Bosen deh ngumpulin duit ludes cuma buat jalan-jalan dan makan :P

Beralih ke akun Ippho Santosa, ngomongin bisnis:
"Kalau kt berbisnis, selain bs memakmurkan keluarga sendiri, juga bs memakmurkan keluarga org lain. Kaya & mengayakan" - ini inspiratif. Ingin sekali satu hari nanti punya usaha dan juga bisa mempekerjakan orang lain. Amiiiiin.
"Buka usaha & gagal, itu biasa. Gagal buka usaha, nah itu yang nggak biasa" - ini yang nampar :) Keinginan terus tanpa realisasi sama juga bohong, ya gak? Jedeer...langsung mikir.

Salah satu buku yang saya selipkan di kopor saya yang tak penuh dengan barang-barang ketika datang ke Norwegia, adalah buku Financial Revolution dari Tung Desem Waringin.


Pasti kalian sudah kenal, sudah baca atau paling nggak sudah pernah mendengar? Halaman-halaman buku ini mungkin sudah seringkali saya bolak balik. Tapi lagi-lagi yang penting bukanlah apakah kita sudah selesai membaca, sampai ngelotok alias hafal luar kepala, namun perwujudan dari apa yang telah kita baca itu lah yang paling penting.

Yang paling saya ingat dan saya setuju banget hal ini mesti dilakukan adalah alokasi aset. Dalam buku mulai halaman 130.
- Minimal 10% disisihkan lalu diinvestasikan dalam investasi yang aman
- Minimal 20% disisihkan, dijadikan cadangan 5-6 bulan biaya hidup, atau diinvestasikan dalam investasi yang bertumbuh
- Maksimal 70% dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan.

Berikut dari akun twitter Tung Desem:
"Sukses selalu datang kepada Orang yang berani Bertindak, Ia jarang mendatangi Orang yg malu2 dan takut pada Konsekuensi2."

Buku yang lain yang sangat menginspirasi adalah buku Untuk Indonesia Yang Kuat karya Ligwina Hananto, seorang perencana keuangan. Di dalam buku itu terselip daftar 100 langkah rencana aksi keuangan yang seharusnya kita lakukan. Beginilah penampakannya:


Semoga tulisan ini bisa sedikir menginspirasi. Saya sendiri banyak sekali pe-er yang harus dikerjakan. Sama-sama belajar. Yuk! Raih impian! Seperti kata Tung Desem "Saya mungkin akan menghabiskan byk wkt utk mengejar Mimpi Saya, tp itu lbh baik drpd membiarkan Mimpi Saya menunggu terlalu lama"